Kamis, 01 Oktober 2015

Istikharah Cinta



Rasulullah Saw bersabda “ Sekiranya aku dibenarkan untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” HR. Tabrani & Ibnu Hibban.
            Di pagi hari jum’at ini, yang dimana menjadi raja dari segala hari, aku pun terbebas dari segala aktifitas, dan saat ini pun aku masih asyik berfacebook ria, membaca postingan-postingan dan sesekali mendownload foto-foto dari Fb Page islami itu. Tapi meski pun hari libur, aku tak pergi kemana-mana, karena aku cenderung lebih senang berdiam diri di kost-an yang sehari-harinya hanya kuliah dan sesekali mengajari anak SD dan SMP kursus Bahasa Inggris dan Arab, karena memang basicku dari pesantren modern.
            “Pergi yu An” ajak Lina teman satu kost-ku
            “Ga ah, aku lagi malas” jawabku sambil masih asyik berfacebook ria
            “Hmm, kita ke rumahnya Lusi loh. Sambil silaturahmi dan ketemu Ka Arya juga, kan dia bertetanggaan sama Lusi”
            “Ihh Lina, apa lagi itu. Ga banget deh, kesannya aku nyemper-nyamperin cowok”
            “Ya ga lah, itu kan cuma sampingan. Kamu masih suka kan sama ka Arya” tanya Lina serius, aku pun mulai beralih menatap sahabat karibku itu.
            “Aku ga tau Lin, biarkan saja lah. Kalau memang jodoh ga akan kemana ko, lagi pula aku agak BT sama dia, dia terlalu PD kalau aku ngejar-ngejar. Kesannya kan ga enak banget. Yah, memang sih aku akui, aku sempat suka karena agamanya, dianya juga yang awalnya main-main sama aku dan ga gentle, ga berani bilang suka secara langsung sama aku” tuturku sambil menjatuhkan badanku ke tempat tidur
            “Ya sudah lah. Lagi pula kenapa juga kamu ga pilih salah satu dari mereka yang suka sama kamu?”
            “Meskipun banyak, tapi tak ada yang membuatku jatuh hati. Hahahahahah, sok cantik banget aku ya Lin?” Tuturku sambil menyelipkan canda dan tertawa sendiri
            “Ana, kamu itu memang cantik ko, kenapa coba alasannya?
            “Aku udah ga mau pacaran Lin. Dua kali aku pacaran, dan semuanya hanya bertahan satu bulan saja, ya mungkin karena niat awalku dahulu yang tak ingin pacaran kecuali usiaku benar-benar sudah matang untuk menikah. Aku percaya ko sama janji Allah, bahwa laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula, begitu pun sebaliknya. Dan meskipun aku ga pacaran, tapi DIA sudah siapkan jodoh untukku, untuk semuanya. Jadi ga perlu risau kan?”
            “Yah, iya juga sih An. Cuma kan zaman sekarang itu pacaran sudah menjadi trend anak muda”
            “Yah begitulah. Tapi lebih indah pacaran setelah menikah loh. Aku juga menyesal ga bisa mempertahankan untuk ga pacaran sebelum menikah, tapi ya sudahlah yang lalu biarlah berlalu”
            “Iya bu Ustadzah. Tapi ko sekarang keliatannya galau?”
            “Yah, biasalah manusia. Aku juga anak muda dan masih normal ko, punya rasa suka terhadap lawan jenis. Kadang aku juga ga bisa membentengi diriku sendiri, ga bisa menahan rasa rindu kepada orang yang bukan milikku”
            “Hmmm, ya sudahlah menikah saja”
            “Yah, hanya menunggu waktu saja untuk bersabar
***
            Pagi selalu bertolak pada senja, hikmah dan cerita akan tersusun pada perjalanan waktunya, serta pada pagi itu pula, sang mentari mulai terbit dari ufuk timur sana, membiaskan cahayanya, yang menjadi sumber kehidupan manusia di bumi. Dan tak disangka Ka Arya, cowok idamanku mendatangiku ke kost-an bersama dengan Lusi dan suaminya, yang menyatakan akan segera mendatangi Orang tuaku ke rumah, sungguh aku bahagia bukan kepalang. Namun, setelah kepergiannya, aku mendapati telepon dari Orangtua, bahwa aku akan segera dijodohkan dengan pilihannya, orang itu pun sudah tak asing lagi bagiku. Sungguh, aku tak tau harus bagaimana, menurutku keduanya agamanya bagus, terlebih aku tak ingin mengecewakan Orangtuaku.
            “Ya Allah, aku bermunajat kepada-Mu, beristikharah memilih yang terbaik untukku dalam pandangan-Mu. Memilih seseorang yang mampu membuat aku lebih dekat dengan-MU” lirihku dalam hati.
***





Tidak ada komentar:

Posting Komentar